Jumat, 28 Juli 2017

Molekul Pendukung Kehidupan Ditemukan di Titan

di Satelit Saturnus, Titan terdapat pendukung kehidupan
Sebuah tim internasional yang terdiri dari para ilmuwan telah mendeteksi vinil sianida di dalam atmosfer Titan, maka hal ini tentu menjulurkan bahwa molekul memiliki peran penting di dalam atmosfer Titan tersebut.

Riset yang dipublikasikan di Science Advance dan diketuai oleh badan antariksa pusat penerbangan pesawat NASA Goddard, mengestimasikan bahwa ada 100.000 miliar molekul pada setiap kubik sentimeter atmosfer.

Dengan temperatur sekitar -180°C (-290°F) dan sebutir nitrogen padat di atmosfer, Titan tentu saja tidak membuka peluang kehidupan seperti yang ada di kita sekarang—Bumi. Namun pengecualian dari itu, para peneliti telah berusaha untuk menemukan form kehidupan sederhana seperti mikroba, bakteri, dan mikroorganisme lainnya dengan subjek adalah bulannya/satelit alami Saturnus, Titan.

Di Bumi, membran sel dibuat oleh struktur molekul yang lebih gemuk, dapat disebut lipids, namun hal sesederhana kehidupan ini tidak dapat terbentuk pada planet dingin Titan. Malahan, vinil sianida justru lebih dapat mendukung kehidupan membran sel dengan cara membentuknya.

Ini masih bersifat teoretis sampai klu tentang molekul telah diobservasi oleh Cassini — sebuah pesawat ruang angkasa tanpa awak yang dikirim ke Saturnus serta penjelajahannya di sana, hal ini membuat para peneliti terpelatuk dengan hawa penasaran.

Pada penelitian yang lebih lanjut, kasus kehidupan sederhana di Titan bisa saja menjadi semakin kompleks karena vinil sianida tentunya dapat membentuk membran sel yang stabil dengan atmosfer Titan yang begitu saja.
terdapat kehidupan di Titan
area yang disubstansikan terdapat air yang mencair namun dalam bentuk metana bukan h2o
Para peneliti menggunakan Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA) yang berlokasi di negara Chile. ALMA mengoleksi data sampel serta observasi yang telah dilakukan dari Februari 2014 sampai Mei 2014 dan dengan data riset tersebut tentu saja vinil sianida memang benar-benar material kimia kompleks yang ditemukan di Titan ini.

Molekulnya seringkali ditemukan pada ketinggian lebih dari 200 km, sesuai dan presisi dengan komposisi material atmosfer Titan.

Titan adalah satelit alami juga satu-satunya di Tata Surya selain Bumi yang memiliki unsur air yang mencair namun dalam bentuk lain bukan seperti yang ada di Bumi. Tetap saja, Titan suatu saat juga akan membentuk kehidupan yang kompleks serta mempuinyai unsur air ringan yang mencair juga aman bagi kehidupan untuk berkembang.

Studi seperti ini membantu kita menemukan sesuatu yang belum kita ketahui, sesuai dengan kutipan dari Carl Sagan, "di suatu tempat, sesuatu yang luar biasa sedang menunggu untuk diketahui."

This Is The Newest Post

Komentarmu mencerminkan sifat kepribadianmu, gunakanlah form komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon