Kamis, 04 Mei 2017

Satelit Alami Saturnus, Titan Ternyata Mempunyai Air!

Liquid Methane Gas on Titan's
kredit: nasa.gov
Dari kesekian banyaknya satelit-satelit alami (bulan) yang ada di Tata Surya, hanya Titanlah yang paling dikenal sebagai tempatnya makhluk hidup terrestrial karena diyakini memipunyai atmosfir tipis juga air.
Titan dan Bumi memilikki kesamaan jumlah gas yakni, Nitrogen yang hampir menyelimuti sebanyak 95% (di Titan itu sendiri) namun, perbedaannya yang cukup signifikan di sini adalah kondisi gas oksigen yang sangat minim di atmosfir Titan.
Walau demikian ternyata Titan memang benar memilikki air yang mencair, namun bukan air yang biasa kita lihat di lautan yang benar-benar terasa asinnya, kalau di sini gas metanalah yang mencair dan membuat danau hingga disebut "lautan metana."
Foto dari misi Cassini-Huygens telah menunjukkan data kepada kita jumlah air yang cukup banyak pada bagian utara satelit alami Saturnus ini. Dengan demikian, mungkin saja pada masa depan nanti Titan dapat dihuni oleh manusia dengan mengesampingkan beberapa faktor kuat pendukung kehidupan. 
Mungkin, dengan teknologi yang canggih ...
Titan
Nama lautan metana di Titan ini dinamai dari makhluk mitologis.

Kraken Mare merupakan area lautan gas metana terluas di Titan dengan panjang mencapai 1.100 km. Ada lagi bagian terkecilnya, yang dikenal sebagai Punga Mare memilikki luas area yang lebih kecil dibandingkan kraken mare.
Para ilmuwan percaya bahwasanya Nitrogen dan Metana membentuk siklus pengulangan cuaca yang menyebabkan terjadinya Hujan Metana di Titan ini dan pada dasarnya memang Bulan Saturnus yang akrab disapa Titan juga mempunyai air yang membeku pada permukaannya yang paling dalam.
Tentunya dengan demikian, berarti ketika matahari sudah memasukki fase red giant, bisa saja Titan menjadi laik huni dan menopang sebagian kehidupan manusia pada miliaran tahun yang akan datang.

Komentarmu mencerminkan sifat kepribadianmu, gunakanlah form komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon