Rabu, 26 April 2017

Terbukti Ternyata Bumi itu Bulat! Part 1

Patahkan konspirasi bumi datar
Belakangan ini di negara Indonesia sedang rusuh-rusuhnya  menjalani perdebatan mengenai bentuk
Bumi yang sebenarnya, bentuk Bumi yang mereka perdebatkan adalah antara datar dan bulat. Nah, kali ini kita akan membahas juga tentang bentuk Bumi tentunya dengan riset ilmiah.

Sejak zaman dahulu kala, penduduk kuno percaya bahwa Bumi itu berbentuk datar hingga akhirnya pemikiran/statement dari Aristoteles yang kala itu menggemparkan dunianya dengan memercayai bahwasanya Bumi itu berbentuk Bulat.

Pemikiran Aristoteles tersebut didasari oleh pengamatan Anaxagoras yang kala itu sedang meneliti apa yang menyebabkan Gerhana Matahari dan ketika Gerhana Bulan, bayangan Bumi yang terbentuk di Bulan adalah bulat sehingga Aristoteles berani berkata demikian pula dengan Anaxagoras.

Akhirnya manusia membawa dirinya ke peradaban yang lebih maju dengan teknologi yang lebih modern, pemikiran Bumi Bulat itu terus dikembangkan hingga sekarang dengan adanya teknologi roket.

Kamu kalau tidak mau dicuci otaknya, mangkanya jadilah orang yang cerdas + jenius. Gak tau caranya? Baca: 10 Cara Membuat Otak menjadi Cerdas + Jenius

Tapi, menurut sebagian orang, masih ada saja yang memercayai bentuk Bumi datar, disebut apakah mereka? Yap, flat earthers, kalian mungkin sering menemuinya di dumay khususnya youtube dan grup-grup facebook.

Postingan kali ini saya hanya mengkhususkan untuk mematahkan beberapa argumentasi dari channel youtube flat earth 101, yang sedang tren sampai saat ini. Tulisan ini dikhususkan untuk mematahkan FE 101 video part 1-nya, oleh karena itu artikel ini juga berjudul akhiran part 1.

Banyak juga sih yang menghujat para penganut bumi datar dengan sebutan fe 101 goblok dan tulisan ini diharapkan dapat membawa peradaban manusia ke gerbang kemajuan.


Eh iya, saya mau memberikan informasi penting dahulu, menurut ilmu pengetahuan astronomi, bentuk Bumi secara presisi adalah Oblate Spheroid (bola pepat) karena pada dasarnya memilikki selisih perbedaan antara equatorial diameter dan polar diameter sebesar 42 km. Dan yha, bentuk bumi sebenarnya memang Bola, kalau bahasa awamnya biasa disebut bulat.

Ayo kita lanjutkan mematahkan semua argumen bodoh Flat Earthers.

Indeks postingan:


Foto Bumi Tidak Konsisten (berbeda-beda)

FE 101 GOBLOK

Statement dari FE 101, "foto Bumi tidak konsisten ketika menemuinya di situs NASA." 

Perlu diketahui saya tertawa mendengar klaim flat earth 101 soal omongan ini, benar-benar tidak berbobot sama sekali. 

Oke mari kita telaah lebih lanjut, NASA memilikki banyak wahana antariksa loh ya, gak hanya 1 dan itu bukan CGI.

Dan kamu harus tahu bahawasanya kamera yang digunakan untuk menangkap citra bumi dari kejauhan (biasanya satelit geostasioner) berbeda-beda ya.

Untuk mematahkannya, coba kamu ambil contoh foto dari kamera termahal saat ini, saya contohkan di sini adalah Leica S2-P dengan harga $30.000 atau kurang lebih setara dengan 400 juta rupiah. Ini dia penampakan kameranya:
kamera mahal 500 juta

dan berikut ini dia hasil foto-foto yang dijepret oleh kamera Leica S2-P ini, sila cek lebih lanjut.
kamera mahal, ini hasil fotonya
sumber: blog.leica-camera.com
Hasil jepretan kamera termahal
sumber: techradar

Sudah dilihat kan? Lalu kembali lagi kita mematahkan argumen flat earth, sekarang kalian bandingkan hasil kamera tersebut dengan kamera smartphone kalian yang sudah usang ataupun kamera lain yang di bawah kelasnya, pasti hasilnya berbeda. Saya bisa jamin 100% hasilnya berbeda dengan kamera seharga 400 Juta Rupiah.
Flat Earth 101 Tolol, Idiot, Goblok, Bodoh

Beda kan? Itulah alasannya mengapa gambar Bumi yang ditangkap oleh satelit buatan manusia berbeda-beda baik dari gambar maupun warnanya, karena memang instrumen dari wahana antariksa itu sendiri berbeda-beda dan wahana antariksa jumlahnya ada banyak di luar angkasa sana.

Jangan lupa ya, instrumen kamera yang ada di satelit ketika tertangkap sinyalnya di departemen badan antariksa yang memotret, ada adjustment warna.

Faktor yang menentukan hasil gambar bumi selain dari teknologi juga ada hal lain, yaitu: pencahayaan bumi, kondisi daratan, sensor kamera, jarak, iklim, dan lain-lain.

Klaim: Banyak Satelit Tapi Tidak Kelihatan


Jujur saya tertawa lagi mendengar celotehan bossdarling soal flat earth ini. Benar-benar ngakak :v untung saya tetap menjaga pinggang saya agar tidak lepas wkwkwk.

Oke lanjut, satelit tidak kelihatan di malam hari karena banyaknya polusi cahaya di daerah kotamu, yha polusi cahaya itu sendiri memang pada dasarnya memengaruhi penglihatan kita ke atmosfir Bumi lebih tepatnya ke luar angkasa pada malam hari.

Jika kamu tinggal di daerah pegunungan atau pedesaan kamu pasti melihat banyak bintang-bintang berkelip terang.

"Tapi kan itu hanya bintang, di mana satelitnya?"

Kamu perlu mengetahui rotasi Bumi terlebih dahulu, mengetahui gerak-gerik bintang, dan memetakan dalam map astronomi. Tapi jika kamu tidak punya map astronomi, kamu cukup buka smartphone dan download aplikasi starsighting/starseeing, cari saja seperti stellarium, sky watcher,  dll.

Nah setelah kamu mengetahuinya, langkah selanjutnya adalah dengan cara membeli teleskop 2 jutaan untuk dapat melihat citra satelit buatan dari Bumi. Hm, soal ini saya merekomendasikan Celestron Powerseeker di toko-toko teleskop terdekat.

Ada alternatif lainnya untuk mengetahui jadwal satelit yang akan melintasi daerahmu di Indonesia, silakan cek Heavens Above ya..
Sudah dibeli dan sudah tahu kapan saja ada satelitnya? Sekarang waktunya untuk melihat! 

Untuk melihat satelit, kamu harus memperhatikan posisi miring dan derajat busur yang akan terjadi akibat dari rotasi Bumi, karena sejatinya satelit bergerak dengan cepat, oleh karena itu banyak yang harus diperhatikan secara matematis.

Jangan lupa untuk mengarahkan teleskop ke arah bintang di mana area bintang tersebut akan dilintasi satelit nantinya, dan rekam jauh sebelum satelitnya datang, setelah masuk bidang pandang, jepret deh.

Kalau kamu sudah menjadi astronom profesional, yakin deh memotret satelit itu gampang asal tau waktunya kapan, cekidot ya ...
Terlihat FE 101 Bodoh
satelit iss yang diambil dari teleskop mahal milik orang luar negeri bernama Karol Masztalerz
Argumen Tolol Flat Earthers
kredit: R. Vandebergh
Memfoto satelit memang sedikit buram kalau lensa teleskop yang kamu pakai kurang kuat untuk menangkap seluruh cahaya satelit yang akan diteruskan ke mata kamu melalui teleskop. Tapi, untuk teleskop mahal seharga 20 juta ke atas, dijamin 100% bisa kok.

Klaim: Foto Bumi CGI Bertebaran di mana-mana


Lagi-lagi statement seperti ini justru malah membuat akun Flat Earth 101 semakin terlihat dan terpancar kebodohannya. :v

Mari kita bacakan lagi klaim hoax dan tidak masuk akal dari fe ini.
Argumen Tolol Flat Earth

Ini lebih ke permainan psikologis sih, kalau psikologi kamu lemah ditambah pengetahuan kamu tentang sains sangatlah tidak banyak, kamu mungkin bisa saja langsung terkena brainwash.

Tidak disangka, ternyata fe 101 cukup pintar juga untuk memainkan psikologis seseorang dengan mengkalim seperti ini.

"Pertanyaannya sekarang, adakah foto Bumi yang bukan dari hasil satelit NASA yang bukan CGI di Google? Silahkan anda cek sendiri. Jawabannya tidak ada sama sekali."

Memang sedikit sebal mendengar lakonan fe, rasanya kalau bisa ketemu berdiskusi asyik juga pasti fe kena skakmat terus, gak bisa berkutik, bisanya cuma pakai teknik bolak-balik argumen.

Oke lanjut ke pembahasan, kamu harus tau dulu artinya CGI itu apa.

Jelas sekali CGI merupakan Computer Generated Imagery dan ya CGI baru berkembang pesat pada tahun 1972.

Mari kita bantahkan klaim fe ini, pertama kita lihat foto Apollo 17 tentang pemotretan Bumi pada 22 Desember 1972. Catat tanggalnya!

The Blue Marble, Bumi Bola Bulat Pepat
The Blue Marble, taken by Apollo 17 on 22 December 1972

Sedangkan ini adalah hasil CGI pada tahun 1973:
Bumi itu Bulat Coy

Terlihat grafiknya masih kotak-kotak bergaris layaknya zaman dahulu, mungkin bagi yang waras otaknya bakalan langsung ngeh ...


Yang jelas foto Bumi adalah foto asli.
CGI dan Bumi
sumber: cronosal

CGI Tahun 1973 aja segitu jeleknya? Tapi foto bumi tahun 1972 dibilang CGI?
WHAT?!! Anda serius?

Tolong jangan bikin saya ngakak ya ...

Duh haduh wkwk.

Satelit di Luar Angkasa pakai bahan bakar Apa?


ISS
Satu lagi pertanyaan konyol dari fe 101, yang bilang bahwasanya satelit luar angkasa itu aneh.

Padahal ada instrumen di satelit yang namanya Panel Surya, panel surya ini berfungsi untuk mengubah cahaya menjadi listrik.

Nah, dari situlah bahan bakar satelit didapat, mangkanya mereka terus bisa terbang dengan kondisi on/aktif selalu karena bahan bakarnya selalu terisi oleh solar panel/panel surya yang ada di badan satelit.

Silakan kalian berdiskusi di kolom komentar jika memang ada yang ingin ditanyakan, namun jika ingin berdebat harap gunakan argumen valid dengan bukti yang memang kredibel dan bukan hasil kajian youtubeologi tanpa sumber.

Tolong ketika kalian berdebat di kolom komentar, jangan spam, sara, maupun out of topic. Kita sedang berbicara sains! :)

Jika dirasa tulisan ini bermanfaat, silakan share ke teman-teman kamu ya agar mereka tau fakta sebenarnya tentang bentuk Bumi dan tidak tercuci otaknya. :)

Ketika kamu melihat bintang, kamu melihat masa lalu, tapi ketika kamu melihat flat earther, kamu melihat masyarakat primitif. -Stellarix 

Komentarmu mencerminkan sifat kepribadianmu, gunakanlah form komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon