Sabtu, 22 April 2017

Mengapa Bisa Terjadi Ledakan Supernova?

Supernova
Bintang merupakan objek luar angakasa yang memilikki massa antara 0,8 massa matahari atau lebih dari itu yang pernah atau sedang melangsungkan reaksi fusi niklir pada intinya.

Bintang, ketika ingin wafat/mati mengalami yang namanya proses supernova. Tapi, apa itu Supernova? Sebelum kita membahas lebih dalam tentang Supernova, alangkah baiknya kita mengetahui tentang penjelasan detail dari bintang itu sendiri.

Sebuah bintang dapat terbentuk akibat dari awan dan gas yang memadat karena Gravitasinya sendiri menariknya bersama. Ketika itu, sebuah bintang baru disebut sebagai Proto Bintang karena pada dasarnya masih sebagai wujud bola pijar raksasa yang panas.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang fase kehidupan matahari/bintang lainnya yang ada di Alam Semesta ini sila cek video Sainsologi:

Supernova dapat terjadi apabila sebuah bintang yang sudah mengalami fase red giant, memilikki massa 100x lebih masif dari matahari menuerut skala standar model perbandingan kemasifan suatu bintang dengan Matahari kita sendiri.

Apabila supernova telah terjadi, maka bintang dengan massa 20x lebih masif dari matahari akan menjadi Bintang Neutron, sementara yang massanya 100x lebih masif dari matahari akan menjadi Lubang Hitam (Black Hole).

Apa yang terjadi saat Supernova?

Saat sebuah bintang red giant (raksasa merah) mulai memfusi helium dan membuatnya semakin besar, maka akan terjadi ledakan Supernova.

Nah, ketika ledakan supernova, yang terjadi pada bintang yang meledak adalah mereka mulai membentuk sebuah supernova remnant yang biasanya berupa Nebula Bintang ataupun Nebula Planet, memilikki diameter yang sangat luas.

Ledakan Supernova juga akan mempengaruhi sistem tata surya lainnya yang berada dalam jangkauan terdekatnya, seperti adanya lemparan suatu bekas material yang akan bertubrukan pada area terjauh dari sistem luar tata surya lainnya yang terkena dampak supernova.

Perlu diingat juga ya, supernova terbilang cukup mencolok karena luminositasnya terbilang tinggi, namun ya tetap masih kalah dengan luminositas objek terterang di Alam Semesta ini, yaitu Quasar. Kita akan bahas Quasar nanti.

Mungkin cukup sekian artikel dari saya, semoga dapat bermanfaat.

Komentarmu mencerminkan sifat kepribadianmu, gunakanlah form komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon