Senin, 06 Maret 2017

Apakah Sekolah Menentukan Masa Depan?

Tags

Tut Wuri Handayani

Kita semua sudah diajarkan melalui sistem pelajaran di sekolah tentang betapa pentingnya pendidikan, Karena itu menentukan masa depan. Nah, poin itu memang benar, tapi yang menyuplai pendidikan itu sendiri kan sekolah, sedangkan kalau sekolahnya buruk, mau jadi apa pendidikan nantinya?

Pendidikan itu ibaratnya adalah pohon bagi kehidupan kita, kita membutuhkannya untuk bernapas dan berteduh. Kitalah yang memang seharusnya peduli terhadap pendidikan Karena pada dasarnya kita yang harus mengejar pendidikan bukan pendidikan mengejar kita.

Pendidikan itu butuh seorang pengajar, pengajar biasanya tersalurkan melalui sekolah, sehingga dari sekolah dapat saling membagi informasi pendidikan. Tetapi, sekolah yang buruk tidak akan memberikan pendidikan optimal bagi para murid-muridnya. Melihat dari satu sisi, sekolah memilikki banyak peranan terutama sebagai penyalur pendidikan, tapi untuk menyalurkan pendidikan itu ada sistem sekolah tertentu.

Ini dia, kali ini kita akan membicarakan sistem sekolah yang buruk.

Sistem sekolah yang buruk akan mematikan mental dan kreativitas seorang murid yang memang memilikki bakat dalam bidang tertentu tapi mereka disuruh untuk mengerjakan hal-hal yang memang tidak pro dalam bidangnya. Ini diibaratkan sekolah menilai ikan dari caranya memanjat pohon, jelas itu akan membuat ia semakin terlihat bodoh. Dan hal ini sudah terjadi selama lebih dari 150 tahun dalam sistem pendidikan di Indonesia juga di negara lain..

Apa perkembangan yang dibuat dari sistem pendidikan yang SAMA selama 150 tahun tersebut? Tidak ada, kecuali ada pembaharuan modern, berkat tes terstandar yang dilakukan oleh para ilmuwan. Saya ingin menegaskan dengan jelas bahwa barang-barang yang kamu lihat sekarang seperti elektronik, peralatan rumah tangga, semuanya tercipta Karena mereka adalah orang-orang yang berinovasi dan memilikki aspirasi tinggi terhadap bidang yang ia tuju.

Kreatif dan Inovatif

Dan jika kamu ingin tahu secara pasti, mereka sebenarnya saat sekolah adalah kelompok orang bodoh, bahkan sering diejek, seperti contohnya Albert Einstein. Albert Einstein benar-benar membenci sistem pendidikan di sekolahnya yang terus mendesak ia secara fisik dan mental untuk mengikuti terus sistem yang sama yang membosankan tanpa revolusi. Albert Einstein sebenarnya saat kecilnya sudah jenius, ia kadang memikirkan hal-hal tentang menanyakan sesuatu yang dianggapnya mustahil, tapi nyatanya ia di sekolah dikatakan oleh gurunya adalah bodoh.

Hingga keluar poin: “Don’t judge a fish by it’s ability to climb tree” jelas membuat bodoh kan?

Topik penting, APAKAH SEKOLAH MENENTUKAN MASA DEPAN?
Bisa iya, bisa tidak! Ini semua tergantung, Karena mimpi, bakat, keinginan seseorang itu beda-beda.

Menurut saya, sekolah tidak menentukan masa depan, ya itu menurut saya. Bakat, mimpi, dan kemampuan saya benar benar berbeda dengan sistem ajaran sekolah saya. Tidak ada opsi astronomi, tidak ada dukungan lebih untuk astronomi. Bahkan sekarang Karena minimnya ilmu astronomi di Indonesia menyebabkan Indonesia saling adu domba antara Bumi Bola atau Bumi Datar. Jelas, Bumi itu berbentuk bola, saya tau sejarahnya, bahkan saya tau metode penghitungan astrofisikanya. Tapi, bagi orang-orang yang kurang ilmu astronomi mungkin ia akan langsung percaya bumi datar dengan video mentah dari FE 101.

Mimpi saya juga sepertinya tidak terpenuhi di Indonesia, oleh Karena itu pada saat saya memasukki jenjang kuliah saya ingin pindah ke negara lain yang memang benar-benar mendukung tentang keberadaan saya. Kalau di Indonesia memang benar saya ada! Tapi berada di kumpulan orang-orang rendah itu membuat saya terhilangkan.

SMAN 8 Jakarta, pendidikan bagus

Bagi para orang tua, maaf ini adalah tulisan saya berdasarkan pengalaman saya pada sistem pendidikan sekolah di abad 21. Saya merasa keberatan dengan sistem pendidikan sekarang. Memang benar murid/pelajar hanya 20% dari populasi dunia sekarang, tapi mereka adalah 100% masa depan dari semua manusia. Tolonglah hargai bakat seseorang, saya menolak sistem ikan yang harus memanjat pohon yang padahal sebenarnya tidak bisa dan malah membuat bodoh, apalagi jika disuruh turun lagi dari pohon, tambah lagi kebodohannya.



Oke mungkin cukup sekian kritikan saya terhadap sistem pendidikan yang memang benar fakta. Jika orang tua yang menyekolahkan anaknya merasa keberatan, tolong pahami dan tanyakan baik-baik pada anaknya bagaimana cara sekolah memberikan pendidikan.  Terima kasih

Komentarmu mencerminkan sifat kepribadianmu, gunakanlah form komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon